Selasa, 06 September 2016

Sepersekian Detik - 6 September 2016

6 September 2016, Sabtu, 15.00 wita
lokasi : jalan giri kencana, bukit Jimbaran


Hari sabtu, aku bersiap-siap kekampus, tentunya bukan kuliah tetapi untuk menghadiri kegiatan diluar belajar. dengan badan cukup segar (karena sudah mandi tapi masih mengantuk) menggas motor beat putih menuju kampus. Menyusuri gang giri kencana, hingga sampai keujung jalan untuk menyeberang ke jalan besar. Menengok kanan dan kiri memastikan sepi kendaraan, bersiap-siap menyeberang namun ada yang mengganggu perhatianku, aku melihat seekor kucing kecil tergeletak tak bernyawa ditengah jalan dihadapanku.

Didetik itu juga muncul berbagai pikiran dibenakku. mengapa kucing itu bisa mati, siapa yang menabraknya, apa yang harus aku lakukan, apakah aku harus meninggalkannya dan berlalu begitu saja atau aku memindahkannya kepinggir, atau bagaimana. kasian sekali kucing itu, bulunya berwarna putih dan hitam melambai dikala motor bersiweran disampingnya, nyaris menabrak dan si pengendara terkaget sendiri. Disitu aku merasa harus memindahkannya.

Namun muncul sebuah kemungkinan, saat aku melakukan hal itu, orang yang tidak tahu menahu keadaan malah menuduh aku yang menabraknya, apalagi kalau malah pemilik kucing yang melihat aku memungut kucingnya. pasti tak akan ada yanng percaya hal yang sebenarnya, aku mulai berpikir kejadian-kejadian itu akan berlanjut dan membuat runyam. Aku percaya akan kekuatan kesalahpahaman itu sangat besar. Manusia selalu mempercayai apa yang dilihatnya saat itu. Ketakutan akan kesalahpahaman tersebut yang mengurungkan segala niat aku. Hanya sepersekian detik

Sambil berharap didalam hati semoga pilihanku benar, aku melajukan motor melewati si kucing.

Ini hanya kejadian kecil, namun aku mengingatnya masih sampai sekarang.
jika kau menjadi aku apa yang akan kau lakukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar